Software Engineer, Here I go !

Hai hai !

Rasanya udah lama banget ga nulis dan ga ngeblog dan rasanya seperti ada hasrat yang tidak tersalurkan #halah. Oke, saya harus mulai dari mana yaa, hmm. Banyak banget hal yang udah terjadi semenjak saya menghilang dari peredaran halaman blog ini. I have a new niece, very cute baby !! Hi Medina I miss you :* Kakak pertama saya akhirnya menikah dan finally saya dapet kerja !!! Yaa, kita bahas tentang pekerjaan baru saya aja yap.

Saya lulus udah lama, November 2014, baru diwisuda Januari 2015 daaan baru dapet kerja April 2016. Bayangkan, kalo saya udah nikah mungkin saat ini saya udah gendong anak pertama . Eh kok malah bahas nikah. Kenapa saya lama dapet kerja? Saya baru menyadari setelah banyak orang menasehati saya tentang : fresh graduate itu yang penting dapet kerja dulu, urusan sesuai engganya dengan bidang kamu, itu masalah selanjutnya. Dan saya terhenti di tahap pertama. Saya akui kalau dulu saya terlalu idealis, terlalu penuntut untuk dapet kerja sesuai dengan keinginan saya. Saya lulusan Telekomunikasi, saya harus kerja di sini, di sini, atau di sini, yang lainnya ga mau. Semacam tidak memberikan peluang yang lain buat pedekate. Sebenarnya, ini bukti ketakutan saya untuk menghadapi dunia kerja, saya tidak berani mencoba hal lain di luar kemampuan saya. Saya menjalani hari-hari saya dengan buka job portal, apply beribu-ribu CV ke perusahaan (ini lebay) dan mengikuti berbagai Job Fair dari Sabang sampai Merauke (ini juga lebay). Tapi semuanya belum memberikan hasil yang memuaskan selain bisa jalan-jalan dan main-main hahaha. Pada akhirnya setiap ketemu temen dan ditanya, kerja apa sekarang? Kerjanya adalah nyari kerja. Jleb.

Setiap perjalanan untuk mengikuti panggilan tes atau job fair selalu saya jalani dengan antusias, saya suka jalan-jalan, saya selalu suka perjalanan. Hingga yang terbayang sampai saat ini adalah malam-malam panjang yang saya habiskan di dalam bus Bandung-Semarang. Bandung is my favorite place to stay. Bandung oh Bandung. Lah malah ngelantur. Oke kita lanjutkan. Setelah ikutan tes suatu perusahaan yang ternyata tipu-tipu (saya ditawari kerja outsource padahal di konfirmasi telepon engga) di daerah Jakarta Selatan, saya putuskan sekalian ke Bandung untuk ikut Job Fair ITB dan menengok (baca : ngerusuhin) si Hana yang lagi S2 di sana. Saya datang dengan hati riang, naik bus Primajasa dari Bekasi (karena nginep di Jadul) dan sampai sekitar jam 11 WIB (Waktu Indonesia Bandung *ih gariing yee). 3 hari saya ikut Job Fair, ikut test dan berbagai ritual recruitment sampai akhirnya saya kembali ke Semarang dan mulai mengikuti tahapan tes online (karena kebanyakan perusahaan IT). Kembali ke Semarang saya disambut dengan Job Fair Udinus, saya dan temen saya Ana, iseng-iseng apply ke perusahaan-perusahaan IT dan Start-Up. Beberapa perusahaan dari  Job Fair ITB mulai menunjukkan iktikad baiknya untuk pedekate sama saya, dan pada rentang waktu yang singkat, Portcities (perusahaan tempat saya kerja sekarang) mengundang saya untuk menjalani One Day Test. Saya datang tanpa persiapan, karena gatau apa yang harus dipersiapkan (lugu). Dan Fualaa… saya disuruh ngoding !!! Saya gatau harus ngapain karena saya emang masih baru banget di dunia perkodingan, masih belajar basic dan ga ngerti gimana harus memulai. Akhirnya dengan banyak bantuan dari Mas Fatkhur saya bisa menyudahi One Day Test itu dengan kondisi hampir pingsan saking pusingnya haha.

Saya tidak berharap lebih setelah mengikuti One Day Test di Portcities, karena memang kemampuan saya masih jauh dibanding dengan requirement mereka. Ditambah dengan aktifitas ngoding setiap hari, pasti akan membuat mata saya semakin minus satu tahun kedepan haha. Tapi Tuhan berkata lain, saya lolos dan diterima sebagai Junior Software Engineer di Portcities. Alhamdulillah. Ada perasaan senang dan was-was juga sih, karena ini adalah hal baru bagi saya. Setelah berdiskusi dengan orangtua dan keluarga, akhirnya saya resmi bergabung dengan Portcities mulai 9 Mei 2016. Hari pertama saya bekerja, saya tidak mengenal siapapun di Portcities, semua adalah orang baru di hidup saya #tsaah, saya disuruh mempelajari Guide Book dan perkenalan singkat. Hari-hari berikutnya saya lalui dengan pulang ke rumah dengan keadaan menangis. Haha !!! Saya nangis karena saya ga bisa melakukan apa yang orang lain bisa lakukan. Saya sedih, karena saya udah memilih pilihan tapi saya tidak bisa menjalankan dengan benar. Banyak sekali beban yang saya rasakan awal-awal bergabung, hingga rasanya, Okay done, Its better to quit this job !. Tapii, ada Ibu yang selalu menguatkan saya, yang selalu percaya kalau saya bisa, ada teman teman yang selalu setia mendukung dan membantu. Pada Akhirnya, semua bisa karena terbiasa, walaupun saya masih belum banyak bisa tapi saya nantinya pasti akan bisa. Aamiin. Ada kenyataan-kenyataan lucu yang saya temukan sejak saya bekerja, saya menghabiskan lebih dari 8 jam di kantor dan pulang dengan harapan bisa beristirahat dengan damai, namun ternyata di rumah pun masih ada pekerjaan yang menanti. Saya sering berfikir kenapa orang kok rumahnya berantakan terus. Dan saya temukan jawabannya setelah saya bekerja. I have no time to make something else done except my job task. Yah semoga fase ini bisa saya lewati dengan baik dan membuat masa depan saya lebih cerah. haha

Ohya saya punya cerita lucu atau bisa dibilang “nyoh ke” moment. Suatu hari saya sedang mengantar seorang Ibu yang kebetulan pasien dampingan saya di #SR. Bu Sunarti namanya, Ibu itu sedang menjalani proses pra operasi di RS Suwondo Kendal. Siang itu setelah kontrol ke Dokter Spesialis Orthopedi, saya mengantarkan Bu Sunarti ke bagian Radiologi untuk melakukan foto rontgen. Ruangannya terletak di bagian belakang Rumah Sakit, sepi tidak ada antrian pasien atau aktifitas yang berarti lainnya. Ada 3 pegawai yang berjaga di ruangan. Karena saking ga ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka bertiga mulai membicarakan hal-hal yang menurut saya ga penting dan saya ga mau tau. Seketika dalam hati saya berdoa, semoga besok saya dikasih pekerjaan yang benar-benar ada kerjaan. Dan semoga teman-teman kerja saya ga ngomongin hal yang ga penting atau yang saya ga pengen tau. Daaan kenyataannya sekarang adalah, Tuhan kasih pekerjaan saya yang bener-bener kerja, 8 jam di kantor dengan koneksi internet yang torrent-able ini, saya ga sempat bahkan ga kepikiran main-main dengan sosial media, streaming dll. Aktifitas harian saya adalah browsing error dan tanya-tanya senior soal task dan error yang saya hadapi. Dan doa saya yang kedua juga dikabulkan, saya yang ga mau tau omongan orang yang ga penting, di sini saya dikasih temen-temen yang bahan obrolannya aja saya ga ngerti tentang apa. Both of them are “nyoh ke” moment dari Tuhan yang ga bakalan saya lupakan sampai kapanpun. So, hati-hati kalau berdoa ya guys ! hahaa

Udah cukup yaa, cerita saya, saya mau pulang kerja, bye! Sampai jumpa di tulisan selanjutnya !

You may also like

#SR

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *