Model Referensi OSI

Hello everyone! I wish you have a lot of joy this week, because its Saturday and everything is gonna be okay. So you should begin to arrange for your weekend plans or make sure that you are not spent your time only in your bed hahaha. Okay, now we will talk about OSI Reference Layer, but for our consideration, I will explain it with Bahasa.

OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah standar pemodelan jaringan komputer secara logika. Standar ini ditetapkan oleh ISO (International Organization for Standardization) sejak tahun 1984. Model OSI membagi fungsi network menjadi 7 lapisan atau layer, yaitu :

  1. Physical
  2. Data Link
  3. Network
  4. Transport
  5. Session
  6. Presentation
  7. Application

Layer 5-7 dikelompokkan sebagai application layer atau upper layer. Segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface, data formatting dan communication session ditangani oleh layer ini. Upper layer biasanya diimplementasikan dalam bentuk software (aplikasi). Sedangkan layer 1-4 dikelompokkan sebagai data flow layer atau lower layer. Layer ini menangani bagaimana data melangalir pada jaringan. Lower layer banyak diimplementasikan dalam bentuk hardware maupun software.

Berikut merupakan penjelelasan singkat masing-masing layer pada OSI Layer :

1. Physical

Layer ini berfungsi dalam menentukan tegangan, kecepatan, besaran fisik dan masalah kelistrikan lainnya. Informasi dalam layer ini berbentuk bit. Bit-bit mengalir antar perangkat pada Layer 1 ini. Contoh protokol yang digunakan adalah RS-232, V.35, I.430, T1, E1, 10BASE-T, SONET, DSL, 802.11a/b/g/n PHY, hub, repeater dll.

2. Data Link

Layer ke dua OSI ini berfungsi dalam menentukan pengalamatan fisik melalui MAC Address, Error notification, frame flow control dan topologi jaringan. Ada dua sublayer pada Data Link layer yaitu : Logical Link Control yang berfungsi mengatur komunikasi seperti error notification dan flow control dan Media Access Control yang berfungsi mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi. Informasi yang mengalir pada layer ini berbentuk frame. Contoh protokol yang digunakan pada layer dua adalah : 802.3, 802.11a/b/g/n MAC/LLC, 802.1Q, ATM, FDDI, Frame Relay, HDLC, PPP< Token Ring dll.

3. Network

Berfungsi dalam menyediakan logical addressing (pengalamatan logika dengan IP address) dan path determination (penentuan rute tujuan). Informasi pada layer ini berbentuk packet. Protokol yang digunakan pada layer network antara lain : IPX, IP, ICMP, IPSec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF dan Q.931.

4. Transport

Layer Transport berfungsi untuk menyediakan end to end communication protocol. Bertanggung jawab pada keselamatan data dan segmentasi data, seperti mengatur flow control, error detection, error correction, data sequencing, dan ukuran data. Informasi yang dilewatkan pada layer ini berbentuk segment. Protokol yang biasa digunakan  pada layer 4 ini yaitu : TCP, UDP, IPX, SPX dan SCTP.

5. Session

Layer Session berfungsi dalam mengatur sesi yang meliputu establishing (memulai), maintaining (mempertahankan) dan terminating (mengakhiri) antar entitas yang dimiliki oleh presentation layer. Beberapa protokol pada Session Layer adalah SQL, X Windows, NetBIOS, NFS. ZIP, ASP dll.

6. Presentation

Layer Presentation ini bertugas dalam mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti kompresi data dan enkripsi data. Contoh Protokol yang beroperasi pada Layer ini antara lain : TDI, ASCII, MIDI, MPEG, ASCII7 dan EBCDIC.

7. Application

Layer application, layer teratas dalam referensi OSI, berhubungan langsung dengan user/pengguna. Berfungsi menyediakan servis bagi berbagai aplikasi jaringan. Contoh protokol yang digunakan adalah NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSi, DHCP, FTP, HTTP, NFS, SNMP, SMTP, Telnet dll.

Untuk memperjelas konsep dari OSI 7 Layer, berikut adalah animasi dari cara kerja OSI 7 Layer pada jaringan komputer. Informasi yang mengalir dari satu layer ke layer lain akan mengalami pengubahan bentuk. Pengubahan bentuk ini dilakukan dengan menambahkan header khusus, yang disebut dengan enkapsulasi. Proses enkapsulasi dilakukan berulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Setelah informasi yang berupa bit sampai ke host tujuan maka proses kebalikan yaitu melapas semua header (de-encapsulasi) dilakukan, dan Pada akhirnya data utuh akan diterima oleh host tujuan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *