Macam-Macam Jenis Switch

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas tentang cara kerja perangkat jaringan, hub, bridge, switch dan router. Sekarang kita akan membahas lebih mendalam tentang switch, karena perangkat ini memang paling sering digunakan dalam membangun jaringan, sehingga ada istilah mengatakan switch if you can, route if you must. Berdasarkan cara kerjanya, Switch dibagi menjadi 3 jenis yaitu Cut Through atau Fast Forward, Store and Forward dan Fragment Free atau Modified Cut Through.  Sebelum kita membahas perbedaan ketiga switch tersebut, kita akan melihat cara kerja switch dalam inisiasi jaringan. Pada saat awal switch digunakan dalam jaringan dan juga ketika switch dihubungkan dengan perangkat jaringan lain, yaitu hub, berikut adalah animasinya :

 

1. Cut Through atau Fast Forward

Pada switch jenis ini, bekerja hanya dengan mengecek alamat tujuan (yang ada pada header frame) kemudian meneruskannya ke host tujuan. Cara kerja seperti ini jelas dapat mengurangi waktu tunggu atau latency dalam jaringan. Switch jenis inilah yang tercepat dibandingkan dengan yang lainnya. Kelemahan switch ini tentu saja tidak mampu mengecek frame-frame yang error. Frame yang error akan tetap diteruskan ke host tujuan. Animasi dari cara kerja switch cut through atau fast forward adalah sebagai berikut :

 

2. Store and Forward

Switch jenis ini akan menyimpan semua frame untuk sementara waktu sebelum diteruskan ke host tujuan. Seluruh frame akan dicek menggunakan mekanisme CRC (Cyclic Redudancy Check). Jika ditemukan error maka frame akan “dibuang” dan tidak diteruskan ke host tujuan. Switch jenis ini adalah yang “terpercaya” diantara yang lain. Namun kelemahan dari switch ini adalah meningkatnya latency jaringan akibat adanya proses pengecekan seluruh frame yang melalui switch. Berikut merupakan animasi cara kerja switch jenis store and forward :

 

3. Fragment Free atau Modified Cut Through

Cara kerja dari switch jenis Fragment Free atau Modified Cut through adalah dengan membaca 64 byte dari frame sebelum meneruskannya ke host tujuan. Nilai 64 byte ini merupakan jumlah minimum byte yang dianggap penting untuk menentukan apakah frame error atau tidak. Sehingga switch jenis ini memiliki unjuk kerja yang cukup baik dan tetap bisa diandalkan. Cara kerja switch jenis Fragment Free atau Modified Cut Through dapat dilihat dari animasi berikut :

 

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan fungsi perangkat jaringan, switch telah memperbarui dirinya dengan berbagai tambahan fungsi yang belum ada pada swith sebelumnya. Switch jenis ini sering disebut dengan Multilayer Switch (MLS) . Switch jenis ini mempunyai fungsi dasar sama dengan switch lama namun memiliki tambahan fitur seperti QoS (Quality of Service), ToS (type of Service), IP Security, IP DSCP to VLAN, VLAN to IP DSCP dan sebagainya.

Sekian, tulisan saya kali ini tentang jenis-jenis switch dan cara kerja masing-masing jenis. Semoga tulisan ini bisa berguna untuk menambah wawasan kita semua yaaa. Referensi tulisan dan Video animasi dari Buku Cisco CCNA & Jaringan Komputer Iwan Sofana. Sampai jumpa di tulisan selanjutnyaa. Bye ! See you soon !!!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *