Being Mature

Orang-orang di usia sepantaran dengan saya, kini mulai menemukan jati dirinya. Ada yang sudah benar-benar paham ada juga yang mengikuti arus seperti layang-layang putus. Tak tentu arah. Menjadi sering bimbang dan akhirnya ditemukan oleh takdir yang dirinya sendiri tidak menghendaki. Sebenarnya penentuan nasib seorang remaja itu dimulai dari hari dia menentukan mau kuliah dimana, jurusan apa dan berteman dengan siapa. Banyak dari teman-teman saya yang mengaku salah jurusan, salah ambil keputusan dan ada juga yang mengkambing-hitamkan orang tua mereka atas pilihan jurusan kuliah yang bikin mereka pusing setengah mati. Karena memang hakekat manusia adalah mempertahankan dirinya, maka bila ada yang tidak sesuai, dia akan menyalahkan apapun selain dirinya.

jockey-s-ridge-1-family-flying-kites-with-sunset-(1)


Saya, seorang perempuan 24 tahun, pernah merasakan hal-hal itu di antara usia saya yang sudah terlewati. Karena idealisme (you see, I start to blame),  karena selalu ada celah di kehidupan kita yang entah kenapa sulit sekali kita terima sebagaimana adanya sekarang. Saya gagal masuk UGM (which is the only reason to leave Semarang, because I’m so bored with Semarang at the time). Gagal lulus tepat waktu di bulan Oktober, yang notabene-nya adalah moment dimana banyak jobfair bertebaran dan potensial untuk cari kerja, dengan sebab terlalu banyak menunda untuk mengerjakan skripsi (FYI ya, procrastination is always make you regret at the end :p). Dan kegagalan yang cukup menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk “not to be an idealist is not a sins” (this what i say, brilliant quote that suddenly come up from my brain khahaha *proud) adalah sulitnya dapet kerja :p Ya semakin dewasa, kita akan semakin sulit menjadi idealis. Semakin dewasa semakin kompleks masalah yang kita hadapi. Tidak lagi bisa melihat sesuatu antara hitam dan putih. I see grey for every problem that I face. Sudut pandang menjadi alasan untuk pembenaran suatu hal yang mungkin salah. Menjadi dewasa adalah pintu gerbang untuk masuk ke dunia penuh ke-re-la-ti-van. Orang dewasa sering mengajarkan tentang hal yang salah dan benar kepada anak kecil. Tapi sering gamang untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah untuk dirinya sendiri.

Beruntungnya menjadi dewasa adalah, kita bisa memutuskan segala sesuatu atas kehendak kita, semacam kita punya hak dan merdeka dari pendapat orang lain. Punya KTP, punya SIM, ikut pemilu, pergi kemana kita mau (asal punya duit dan restu orang tua) dan menikah !! That always so much excited if we talk about marriage. Gimana engga.. two persons, two hearts, two minds, two dreams, become one. Complete each other. Become a big one. As we know, marriage isn’t easy but everyone want it. Having someone who love you, being around you as your friend, your partner and your mood booster. Have someone who always take care of you, ask you for a lot of question if you don’t reply his message or answer his phone , ask for your opinion even he can decide all thing without it, but he still did. Or at least you find someone who filling your heart with his existence and thanks to God for creating him and allow you to meet him.

Being mature, isn’t only about your age move to another bigger number every year, is about make sure people that you can decide choice wisely. But, in “mature world”, wisely is relative. So I don’t know how to treat maturity in good description. Just do what you believe its true. I like this quote, but I don’t know whom : Maturity isn’t always come with age, In fact its deeper than age. It’s about the way you see and understand things. The way you consider others. The way you communicate. The way you react. The things you value. The things you entertain. The way you represent yourself and others as an adult. Everyone grows old, but not everyone is growing up.

So, Welcome world !

You may also like

2 Comments

  1. dan pernikahan salah satu proses mendewasakan masing-masing pribadi … hastagaaaa engineer PCI kayaknya lagi seneng2nya ngomongin pernikahan yak :))
    #padahalSaatSeumurNisfaSayaJugaBegitu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *