Model Referensi OSI Lanjutan

Okay, karena di tulisan sebelumnya sudah terlalu banyak kontennya, maka pembahasan OSI 7 layer, saya lanjutkan di halaman ini he he he. Gapapa kan? Gapapa dong ~~

Perangkat Jaringan juga bisa dikelompokkan berdasarkan fungsi yang sesuai dengan OSI 7 layer. Biasanya perangkat jaringan hanya ditemui pada bagian lower layer, karena upper layer OSI diimplementasikan dalam bentuk software (aplikasi). Berikut adalah animasi dari perangkat jaringan berdasarkan kesesuaiannya terhadap OSI 7 Layer. Hub dan Repeater berada pada layer 1 OSI (Physical Layer), switch dan bridge berada pada layer 2 OSI (Data Link Layer), sedangkan Router menjalankan tugas pada Layer 3 OSI (Network Layer).

Continue Reading

Model Referensi OSI

Hello everyone! I wish you have a lot of joy this week, because its Saturday and everything is gonna be okay. So you should begin to arrange for your weekend plans or make sure that you are not spent your time only in your bed hahaha. Okay, now we will talk about OSI Reference Layer, but for our consideration, I will explain it with Bahasa.

OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah standar pemodelan jaringan komputer secara logika. Standar ini ditetapkan oleh ISO (International Organization for Standardization) sejak tahun 1984. Model OSI membagi fungsi network menjadi 7 lapisan atau layer, yaitu :

  1. Physical
  2. Data Link
  3. Network
  4. Transport
  5. Session
  6. Presentation
  7. Application

Layer 5-7 dikelompokkan sebagai application layer atau upper layer. Segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface, data formatting dan communication session ditangani oleh layer ini. Upper layer biasanya diimplementasikan dalam bentuk software (aplikasi). Sedangkan layer 1-4 dikelompokkan sebagai data flow layer atau lower layer. Layer ini menangani bagaimana data melangalir pada jaringan. Lower layer banyak diimplementasikan dalam bentuk hardware maupun software.

Berikut merupakan penjelelasan singkat masing-masing layer pada OSI Layer :

Continue Reading

Macam-Macam Jenis Switch

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas tentang cara kerja perangkat jaringan, hub, bridge, switch dan router. Sekarang kita akan membahas lebih mendalam tentang switch, karena perangkat ini memang paling sering digunakan dalam membangun jaringan, sehingga ada istilah mengatakan switch if you can, route if you must. Berdasarkan cara kerjanya, Switch dibagi menjadi 3 jenis yaitu Cut Through atau Fast Forward, Store and Forward dan Fragment Free atau Modified Cut Through.  Sebelum kita membahas perbedaan ketiga switch tersebut, kita akan melihat cara kerja switch dalam inisiasi jaringan. Pada saat awal switch digunakan dalam jaringan dan juga ketika switch dihubungkan dengan perangkat jaringan lain, yaitu hub, berikut adalah animasinya :

 

1. Cut Through atau Fast Forward

Pada switch jenis ini, bekerja hanya dengan mengecek alamat tujuan (yang ada pada header frame) kemudian meneruskannya ke host tujuan. Cara kerja seperti ini jelas dapat mengurangi waktu tunggu atau latency dalam jaringan. Switch jenis inilah yang tercepat dibandingkan dengan yang lainnya. Kelemahan switch ini tentu saja tidak mampu mengecek frame-frame yang error. Frame yang error akan tetap diteruskan ke host tujuan. Animasi dari cara kerja switch cut through atau fast forward adalah sebagai berikut :

Continue Reading

Mengenal Perangkat Jaringan

Hallo Guys, udah lama banget rasanya ga nulis disini, mungkin karena semangat lagi down belakangan ini. Tapi I’m come back !!! Kembali belajar lagi, semangat lagi, berbagi lagi, yeay !!! Now we will discuss a nice topic with a nice animation. Ya, karena pada tulisan ini saya akan sertakan beberapa animasi untuk memperjelas pemahaman kita semua he he he. Okay, topik kita kali ini adalah Mengenal Perangkat Jaringan. So, enjoy the meal :p

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah banyak menyinggung tentang perangkat jaringan yang sering digunakan, baik dalam jaringan LAN maupun WAN. Sekarang kita akan mencoba untuk memahami bagaimana prinsip kerja dari perangkat-perangkat jaringan tersebut.

1.HUB

Hub adalah perangkat jaringan yang bekerja pada layer 1 referensi OSI. Hub berfungsi sebagai konsentrator, jika informasi dikirim ke host target melalui hub, maka informasi akan mengalir ke semua host yang terhubung dengan hub tersebut. Hal ini menyebabkan beban trafik yang tinggi, sehingga biasanya Hub hanya digunakan pada jaringan yang berskala kecil. Selain Hub, ada perangkat jaringan yang serupa namun tidak memiliki banyak port, yaitu Repeater. Repeater berfungsi  sebagai penguat sinyal sehingga dapat memperluas area jaringan. Penguatan sinyal ini juga dilakukan oleh Hub. Mengingat jumlah port yang dimiliki hub cukup banyak, maka hub sering disebut multiport repeater. Saat ini repeater sudah jarang digunakan karena fungsinya telah tergantikan oleh Hub. Animasi yang menggambarkan cara kerja Hub dan Repeater dapat dilihat pada video di bawah ini :

Continue Reading