Cerita Liburan di Taman Safari Indonesia

Haaaaii selamat malam semuanyaah, gimana kabar kalian? Alhamdulillah aku dan suami sehat dan tambah gendut wkwkwk *gak nanya sih šŸ˜Ā  Okee sekarang aku mau cerita tentang liburanku kemarin, ke Taman Safari Indonesia šŸ˜€

Jadi,Ā kemarin aku diajak liburan sama suami bareng temen-temen kantornya. Sebenernya ga diajak juga sih, tapi sebagai anggota ikatan KSPISI (Kemana Suami Pergi Istri Selalu Ikut), aku merasa perlu menjalankan asas melibatkan diri pada kegiatan suami yang bertujuan positif ini. Hingga akhirnya aku ikut dengan biaya tambahan hihihii. Liburan suami sama temen se-team kantornya ini baru pertama kali diadain, biasanya outing itu satu kantor, ini satu team emang inisiatif untuk liburan sendiri sebagai ganti jatah entertain kantor yang biasanya diisi dengan kegiatan makan-makan yang beresiko meningkatkan berat badan (dan si istri kaga bisa ikutan). Dari beberapa opsi liburan akhirnya mereka setuju untuk ke Taman Safari Indonesia di Puncak Cisarua Bogor, yang Alhamdulillah-nya aku belum pernah kesana hahhaha.

WhatsApp Image 2017-12-10 at 19.41.56
*[TEASER] Liburan bersama suami dan team kantornya di Taman Safari Indonesia :D

Jam 4 pagi kami udah bangun dan 4.15 sampe 4.45 kami siap-siap mandi dsb. Rencana awal kami akan berangkat pukul 05.00. Mereka rata-rata tepat waktu sih, bahkan ada yang nginep kantor karena rumah mereka di Bekasi dan ga yakin bisa nyampe kantor jam 5. Aku dan suami sampe kantor jam 5.05 dan udah banyak yang dateng, aku kenalan sama beberapa temen suami yang dari wajahnya udah ga asing karena sering liat mereka di grup telegramnya suami kalo aku lagi kepo. Beberapa dari mereka juga waktu nikahanku dengan suami dateng ke Boja hihihi. Sampe jam 05.15 semuanya udah kumpul di kantor, kecuali Mba Patricia panggilanya Pet wkwk, ternyata dia ketiduran atau masih tidur gitu pas ditelpon, cuma tinggal dia seorang diri aja karena personel lain sudah lengkap. Mba Pet minta maaf lewat telpon karena dia kesiangan (padahal itu masih pagi :v), salutnya satu team ga ada yang marah sama Mba Pet, mereka ini suportif banget, ga nge-judge, ga nyalahin, pokoknya enak banget dah orang-orangnya. Mereka cuma bilang udaah gapapa ayo siap-siap, sekarang lo dimana? kita sekalian jalan sekalian jemput elo, *ini yang bilang ‘lo-gue’ mereka ya, bukan gue eh aku maksudnya.

Continue Reading

Cerita Liburan di Yogyakarta

Haaaii bagi temen-temen yang followĀ aku di instagram atau ikuti whats app story-ku pasti udah tau bahkan enek kali ya kalau aku itu pamer terus di kedua socmed alay itu bahwasanya akoh lagi liburan di Jogjaaaa

Haha alay yo ben

Hello guys inilah kisahku dolan di Jojga breng keluarga tercintah :3

-_______________-

Tulisan di atas itu dibajak sama suamiku ya teman-teman, jadi harap maklum wkwkwk. Tapi bener sih beberapa hari yang lalu aku emang spam di IG story danĀ WA story dikarenakan hasrat yang tinggi untuk membagikan momen kepada followers-ku yang tidak seberapa hahaha. Cara baru menikmati momen di jaman now adalah dengan membagikannya di social media, bagi yang setuju pasti ngangguk-ngangguk, bagi yang nggak setuju paling yaaa hmm males baca lanjutan cerita ini, eh jangan males dulu, karena aku gak bakal bahas soal bagi-membagikan momen di social media tapi aku mau cerita tentang liburanku di Jogja wekeend kemaren yeeaaayy šŸ˜€

Jadi awal mula tercetus ide liburan ke Jogja adalah beberapa minggu setelah aku pindah ke Jakarta, terasa sumpek, bosen, kangen keluarga dan pengen liburan. Terutama kalo lihat suami pulang kerja dan nampak murung, lelah, lemas, lesu seperti tanda-tanda programmer yang belum solved bugs-nya wakakkaka. So, aku bilang ke Pak Bos kalo pengen liburan euy, trus aku bilang juga ajak keluarga aja biar rame, suami ya cuma bilang ‘yaudah tapi kamu yang urus ya’ (seperti biasa soal ginian emang aku paling demen dah). Akhirnya beberapa kali konsul ke keluarga soal tanggal yang pas buat ke Jogja, dapet deh tanggal 24-26 November 2017. Trus aku mulai cari-cari penginapan yang cocok sesuai budget dan fasilitas.

23844534_354625178282647_8687336146091695004_n
*[TEASER] Liburan keluarga di Jogja :D

Continue Reading

Belajar Dewasa dari Membaca Novel

Hai hai hai, aku udah balikĀ  lagiĀ  ke Jakarta nih setelah seminggu lebih pulang kampung ke Semarang (baca: Boja). Pulang kampung pasti membawa efek trauma kecil pada psikis setiap manusia, manusia dewasa. Karena yang kutahu anak kecil belum mengerti betapa beratnya meninggalkan kampung halaman, atauĀ dalam kasus bagi mereka kampung halaman mereka adalah tanah perantauan bagi orang tuanya. Entahlah, fakta itu aku temukan di kereta api Menoreh yang membawaku 3 hari yang lalu dari Semarang. Sepertinya namanya Aldo, dan teman video call di seberang sana bernama Alif. Mereka mungkin anak-anak seumuran dengan anak kelas 4-5 SD. Sedari aku perhatikan sejak stasiun Pekalongan mereka asik mengobrolĀ melalui video call, membahas rencana main mereka setibanya Aldo di rumah pukul 5 sore hari itu. Sedangkan kulihat Ibu setengah baya yang duduk disampingnya tidak segembira Aldo. Apakah Ibu itu orang tua yang berbeda konsep kampung halaman dengan anaknya? Nggak tau juga. Apakah yang Ibu itu rasakan sama dengan yang aku rasakan? Nggak tau juga.

Rasanya munafik kalo aku bilang tidak menyukai Jakarta sedangkan suamiku bekerja di kota ini dan memberiku jalan rezeki dari perusahaan yang menambatkan eksistensinya di Ibukota. Maka aku akan berusaha berdamai denganmu Jakarta ! Semoga dengan pimpinan baru, Jakarta bisa menambahkan list apa-yang-aku-sukai-dari-Jakarta selain Suami dan koneksi internet yang stable and sustainable.

Sampai di kalimat ini mungkin kalian belum menemukan relevansi cerita ini dengan judul di atas. Akupun nggak tau ini kenapa bisa bahas sampai sini, tapi ini yang aku suka dari menulis blogĀ  pribadi, aku bisa menuliskan apapun yang aku mau, dan memberi judul sesuai keinginanku.

Continue Reading

Note from Indonesia Ruby Conference 2017 Jakarta

Hello everyone! How are you? I hope you are healthy and happy as always. I didn’t feel well for these 3 weeks because maybe I’m tired or I missed my mom hahaha. But I think it began since 3rd October, when I drank my husband’s coke … and BAAM!!! I got sick. At the first time I just have ‘sariawan’ in my tongue, then I got inflammation on my throat, then I feel so dizzy and cough. Already visited 2 doctors, still not full recovery, but now I’m on normal activity. So, wish me get well soon yaa :)

Okay, I will not tell you about sickness because I have more interesting story on Ruby Conference 2017 Jakarta. This was my second time I attended a conference, before that in July I also came for Geekcamp Conference in Jakarta too. Ruby Conference is 2 day event, 6th-7th October 2017 in Gojek Headquarter, Pasaraya Blok M, South Jakarta. This event was held by id_ruby community Jakarta and supported by some companies who use Ruby as well, like Gojek, Bukalapak, Midtrans, Cookpad etc. I don’t know how to get the ticket, my husband prepare all for me, so I just came and enjoy. My husband also one of committee on this event btw, but it’s not important hahaa.

WhatsApp Image 2017-10-19 at 21.08.32
*[TRAILER] speakers and participants of Ruby Conference 2017 Jakarta, spot me where I am ? :p

My husband and I went early morning on Friday 6th October to Pasaraya Blok M from our boarding house by motorcycle. We arrived at registration venue around 8.30 am, but the registration still closed. So, I took a few walk around while waiting for registration to be opened, since my husband perform his duties to prepare registration of participants.

Continue Reading

Cerita di Jakarta

Kenapa aku harus tidur sebelum suamiku tidur? Karena aku bakalan susah tidur kalau dia udah tidur, suara dengkurannya ga berenti-berenti, itulah kenapa sampe sekarang aku masih nulis postingan di blog ini wkwkwk. Kalau ada yang nanyain gimana kabarku sekarang? Alhamdulillah baik, suamiku juga alhamdulillah sehat wal afiat. Kalau ada yang nanyain kegiatanku saat ini, ini aku lagi nulis blog hehehe *garing ya sumpah. Saat ini aku lagi menetap di Jakarta, kegiatanku saat ini lebih banyak ngurus suami dan belajar ruby dan rails. Hmm okeoke kayaknya banyak yang pengen tau ceritaku selama di Jakarta ya, *pede aja. Yaudah aku ceritain dehh..

Here We Go !!! Jakarta, kota yang dulu sering aku kunjungi sebagai tempat tes atau wawancara kerja, tempat yang sering aku jadikan destinasi di tiket kereta, tempat yang menyimpan beribu asa menggebu seorang sarjana yang ingin sukses di dunia kerja. Kini Jakarta sudah ada di dekapan dan aku menjadi salah satu makhluk hidup yang turut serta menjadi saksi ke-hiruk-pikuk-an Jakarta. Kesannya aku pengen banget ya tinggal di Jakarta, padahal engga juga sih, malah sebenernya pengen balik ke Semarang šŸ˜ . Yaaaap udah dua minggu aku menetap di Jakarta, tepatnya di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tak lain dan tak bukan aku harus menemani suamiku yang sudah meningkat level ke-setress-an nyaĀ  dalam hal kerja, dan butuh pendamping yang sekedar bikinin teh pas dia pulang kerja atau ngajak boros dengan makan diluar seminggu berturut-turut hahaha.

Alasan lain aku akhirnya mau diajak tinggal di Jakarta adalah ingin mandiri. Tsaaaah, gaya banget yak. Karena sejak aku lahir sampe setelah nikah 4 bulan aku masih bergantung terus dengan Ibuku, khususnya urusan makan. Sekarang aku harus belajar masak dan berani menghadapi cipratan minyak-minyak panas demi menyiapkan bekal suami ahihihii. Untungnya suamiku dalam fase pengen diet yang sebenernya ga terlalu niat banget sih dietnya, kadang makannya bener kadang engga, jadi kalo aku siapin makanan khususnya sayur ya cuma aku rebus tanpa bumbu apapun.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 17.11.51
*hasil masakanku untuk bekal suami, enak lhooo
Continue Reading

Cerita Liburan di Kuta

Haloo haloo, gak kerasa aku udah seminggu tinggal di Jakarta lhoo. Satu kata, eh dua kata untuk Jakarta : ‘panas banget’. Tapi kali ini aku ga mau nyeritain tentang Jakarta dulu, aku mau throwback masa-masa indah ketika di Bali hahaha. Yep, ngelanjutin Cerita di Ubud, kali ini aku mau nyeritain pengalaman aku dan suami liburan di Kuta šŸ˜€

Kuta ini common banget buat wisatawan domestik, beda dengan Ubud yang kebanyakan pengunjungnya bule-bule. Kami stay di Kuta selama 3 malam, kayaknya lama ya tapi kerasanya bentar banget dah. Setelah kami checkout dari hotel di Ubud dan menempuh perjalanan 1,5 jam ke Kuta, akhirnya kami tiba di hotel Bliss Surfer. Aku udah pernah nginep di hotel ini pas acara KKL bareng Elektro 2010, trus aku bilang ke suami kalo nginep di hotel ini tuh enak, soalnya lumayan deket sama pantai Kuta dan Legian, fasilitasnya juga bagus dan anak muda banget pokoknya. Kalo kalian suka surfer-surfer gitu hotel ini cocok banget deh, soalnya emang temanya surfing gitu. Oh iya hotel ini juga pernah masuk jalan-jalan men lhoo, tempat nginepnya Jebraw sama Nayya. Lah malah ngiklan saya šŸ˜€

*penampakan hotel Bliss Surfer dari luar, bagian dalem lg berantakan soalnya wkwkw
Continue Reading

Cerita Liburan di Ubud

Hallo again, kembali ga bisa tidur setelah kebangun jam 11 malem tadi. Sebenernya mulai keganggu sama pola tidur yang ga teratur gini, tapi yaa gimana dong kalo emang ga bisa tidur ya udah ga usah tidur wkwk. Oke kali ini aku mau cerita lanjutannya Cerita Liburan di Bali, post ini nyeritain tentang liburan kami hari kedua dan ketiga di Ubud, yeaaaa Ubuuudd !!!

Jadi sebenernya banyak tempat wisata yang ada di Ubud yang udah masuk list kami untuk dikunjungi, taapi karena waktu yang terbatas jadi kami hanya bisa mengunjungi beberapa tempat aja tapi aku pikir udah cukuplah untuk merepresentasikan Ubud, asiiik. Kami keluar hotel sekitar pukul 8 pagi setelah browsing-browsing ga jelas cari persewaan motor di sekitar Ubud, karena malam sebelumnya kami nyoba nyari di sekitar hotel tapi pada full booked semua. Akhirnya kami nelpon CS hotel dan disarankan buat nyari di sekitara depan hotel, dan ternyata bener ada yang nyewain motor doong :v Biaya sewa 60rb perhari udah include helm dan mantel, dan dimulailah petualangan kami di Ubud uhuuuuyyy.

*penampakan luar hotel Grand Sunti Ubud, abaikan kaki suami aku ya wkwk
Continue Reading

Cerita Liburan di Bali

Hai guys, sekarang udah tengah malam tapi aku masih seger banget nih efek tadi tidur sore dan nongkrong ngopi sama anak-anak. Yah daripada bingung mau ngapain, karena buat belajar kayaknya otak udah mulai capek juga, mendingan aku cerita tentang pengalamanku liburan ke Bali sama suamiku bulan Mei kemaren. Hahaha, udah basi ya ceritanya tapi gapapa deh sapa tau ada yang butuh referensi buat liburan ke Bali juga. Okay, jadi aku sama suamiku emang udah rencana dari awal mau nikah kalo pengen honeymoon ke Bali. Bali itu mainstream banget sebagai destinasi buat liburan atau honeymoon tapi ya emang kami pengen aja ke sana, pengen mengukir kenangan indah berdua, aseek. Soalnya suamiku pernah menetap di sana selama 2 bulan dan kayaknya belum puas menjelajahi Bali, jadilah dia pengen balik lagi ke Bali bareng aku hihiihi.

Dari awal persiapan menikah, liburan ke Bali malah jadi hal yang lebih menarik buat diurus daripada prosesi pernikahan itu sendiri. Eeemm gimana ya di tengah-tengah kesibukan urus undangan, dekor, rias dan disambi masih kerja juga, nyiapin liburan ke Bali jadi hiburan tersendiri buat aku. Suami dari awal nyerahin semua pilihan ke aku, dia cuma tinggal setuju-setuju dan bayar-bayar hahaha. Jadi dari milih hari, maskapai, hotel, akomodasi dll aku sendiri yang nyari, abis udah ketemu baru deh dia yang memutuskan wkwkw. Awalnya kepikiran buat ikut paketan liburan aja sih, disamping lebih hemat kayaknya juga ga ribet gitu nyiapinnya. Tapi karena alasan pengen berduaan aja menikmati Bali, akhirnya kami putuskan buat siapin semuanya sendiri.

Continue Reading

Tunggu Aku

Sementara hanya bisa berkata sebentar, beri aku waktu untuk semua ini. Tubuhku sudah ingin bergerak tapi pikiranku masih melayang-layang di udara. Apakah aku tipikal orang yang seperti ini? Aku rasa aku hanya berubah akhir-akhir ini. Menjadi sangat pendiam terhadap perubahan dan melamuninya dengan kesedihan. Seperti inikah yang dinamakan harus meninggalkan zona nyaman? Tapi bahkan aku belum cukup nyaman di tempat sebelumnya. Sekarang aku bingung tentang keingianku sendiri. Masa aku harus bertanya pada orang lain tentang itu? Serumit inikah menjadi orang dewasa? Aku harus memutuskan dengan tepat, untuk kebaikanku, tidak bisakah aku bergantung saja pada Ibu? Hei, Aku sudah 25 tahun, seharusnya aku memang sudah mampu memutuskan apapun ! Tapi inilah salah satu keputusan besar yang aku buat sendiri. Mungkin aku terlalu takut untuk berpisah, dengan teman-teman, sahabat dan duniaku. Aku telah berkelana begitu jauh dengan mereka, hingga aku enggan beristirahat sejenak. Namun Tuhan menyuruhku lewat satu pria, suamiku, yang dengan sabar menungguku di tengah perjalananku, untuk istirahat dan mengambil jalan pintas lain dengan berjuang bersama. Lelaki itu dengan tatapan matanya saja bisa meragukanku yang selama ini asik berkelana sendiri. Mengajakku bersamanya, ingin membuatku tidak lelah dan menerima apapun yang kuinginkan. Dia berjuang memantapkan hatiku agar mengandalkannya. Yang kusadari sampai saat ini, dia selalu menepati janjinya. Kamu hanya cukup menunggu sebentar saja untuk aku kembali menjadi diriku, tunggu aku.

Continue Reading

Midnight Random Story

Hallo, Alhamdulillah akhirnya punya waktu luang dan banyak niat di dini hariĀ ini buat sekedar menuliskan hal-hal yang sudah numpuk di kepala. Hemph ! Saya sedang di Surabaya sampai akhir minggu ini, untuk urusan kerja. Sebenarnya ini kali kedua saya tinggal di Surabaya setelah sebelumnya di bulan November sampai Desember saya sudah menetap di sini. Surabaya cukup bikin saya betah, yah mungkin faktor lucky saya dapat customer yang se-level joke nya. Jadi kerja di sini ga tegang-tengang amat, banyak becandanya gitu, jadi enak gitu kerjanya.

Okay okay, biarkan saya cerita banyak hal, mumpung saya lagi pengen cerita yaa wkwkwk. Beberapa hari yang lalu, tepat pas mau berangkat ke Surabaya, saya sakit, Ibu saya bahkan hampir ga ngijinin saya buat berangkat ke sini. Tapi karena dokter bilang gapapa, maka keinginan Ibu saya itu akhirnya ditangguhkan. Namun setelah tiba di Surabaya, saya ga kunjung sembuh, sampai Jum’at minggu lalu saya ijin ga masuk kerja. Baru deh kerasa kalo omongan Ibu isĀ uncontested. Saya banyak ngerasa beruntung punya Ibu yang terkesan cuek sama anak-anaknya. Serah-serah lu dah mau kemana, yang penting bisa jaga diri baik-baik itu aja syaratnya. Ibu saya emang terkenal independent, ga tergantung sama anak-anaknya dan kasih kebebasan dan kepercayaan penuh sama setiap pilihan yang kami pilih. Dari masa kami sekolah dan kuliah Ibu sangat demokratif, ga pernah minta, kamu jurusan ini ya, nanti kamu IP nya 3 ya, nanti kamu yang aktif di kampus ya, nanti kamu sering-sering ikut organisasi sana sini ya. Gak pernah ! blas ! Kaya selama ini saya tuh menalani hidup tanpa tuntutan orang tua gitu lho. Bahkan pas saya ga dapet-dapet kerja (*diulang lagi bahas ini nya ) Ibu ga pernah ngusik-ngusik hidup saya buat sekedar ngedumel, ‘anak udah disekolahin, udah sarjana kok masih nganggur‘ -yang biasa diucapkan tokoh Ibu yang antagonis- . Ga pernah ! Blas ! wkwkw, jadi ya Alhamdulillah deh hidup saya damai sejahtera sentosa bahagia.

Dari Ibu, saya banyak belajar, jadi orang jangan banyak menuntut. Karena tuntutan-tuntutan yang kita berikan ke orang lain banyak yang menjadi beban dan akhirnya bikin berat menjalaninya. Namun saya pikir tuntutan ke diri sendiri malah penting, karena kita tahu apa yang kita inginkan, apa yang kita butuhkan dan semampu apa kita untuk mendapatkannya.Ā Expect more from yourself and less from other. Hal kedua yang saya pelajari dari Ibu adalah jangan suka nyusahin orang. Kalo bisa dilakukan sendiri ya lakukanlah sendiri, saya sering denger Ibu ngomong gini ke saya sejak kami tinggal di rumah hanya berdua. Segala urusan rumah, pasang lampu, pasang gas, keran bocor, pompa air ngadat bisa diperbaiki sendiri. Ibu juga selalu biarin saya berpergian sendiri, ngelatih mental dan otak biar cepat terbisa dengan suasana asing. Alhamdulillah dengan didikan Ibu yang independent itu malah bikin saya gampang mau ngapa-ngapain, ga tergantung sama orang lain dan ga nyusahin orang lain juga.

Kalo ga salah (berarti bener), Ibu pernah bilang gini ke saya, nanti kalo udah nikah jangan banyak nuntut suami, Ibu dulu ga pernah minta tipi, eh tiba-tiba dibeliin tipi, ga pernah minta kulkas, tiba-tiba dibeliin kulkas, ga pernah minta, motor, mobil, rumah, eh tiba-tiba udah dibeliin semuanya. Jadi istri itu yang pengertian dan jangan matre. Sumpah saya kaget donk, Ibu bisa ngomong gitu ke saya wkwkwk, hmm apakah saya ada bibit-bibit istri penuntut dan matre? šŸ˜ mungkin istilahnya bukan menuntut, tapi menyemangati :p

Sudah ya sesi cerita randomnya, sekarang sudah jam 01.37 WIB, waktu nya tidur. See you and good morning !

Continue Reading