Happy International Women’s Day ! Cerita dari Buka Talks

Haloooo, selamat hari Jum’at dan selamat menjelang weekend yang mengasikkan yah guuuyys :) rencananya setelah suami berangkat kerja ke kantor aku mau lanjut belajar ruby de el el tapi ternyata harus ngepel, jemurin baju (karena malemnya udah aku cuci tinggal jemur aja) dan ngisi token listrik. Sepele banget yaak tapi bikin mager abis itu dan malah nge-blog kaya sekarang hehehe gapapa deh yang penting happy 😀

Oh ya kemaren tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women’s Day, dimana aku sebagai seorang perempuan ikut memeriahkan doong, salah satunya dengan dateng ke acara Buka-Talks yang diadakan oleh Bukalapak kemarin dari jam 19.00 sampai 20.30. Ada 3 pembicara di acara itu yang semuanya adalah perempuan. Motivasi tebesar adalah pengen liat Mbak Yunita Anggraeni (COO dan CO-Founder GeekHunter) ngasih talk disitu. Dua lainnya adalah Mbak Fitriana Wibowo (Senior Product Manager BL) dan Ika Zain (VP Growth Amartha).

WhatsApp Image 2018-03-09 at 13.23.56 (1)
*Ketiga Pembicara BukaTalks dengan kekecean yang hqq

Tepat jam 19.00 acara dimulai dan kebanyakan audience-nya adalah perempuan hehehe. Kebetulan Mbak Anggra ngasih talk pertama tentang Find Your Talent, dia menjelaskan adanya gap antara perusahaan dan pelamar kerja khususnya di bidang IT, perusahaan susah cari tenaga kerja IT dan pelamar kerja susah mendapatkan pekerjaan. Masalahnya adalah sesimple pelamar kerja tidak memenuhi requirement perusahaan. Mbak Anggra ini aku bilang awesome banget deh, aku yang cewe aja suka sama dia, apalagi cowo yaa >,< udah cantik, cerdas dan attitude-nya menyenankan gitu. Sekali liat suka deh pasti hahaha. Ada satu kalimat eh beberapa kalimat yang ngena banget di posisi aku saat ini.

Continue Reading

Cerita Tentang Waktu Part II

Kata-kata selalu menenangkan, apalagi jika itu dari kamu. Yang membuatku gusar hanyalah pengalaman kegagalan, yang seharusnya tidak terlalu kita takutkan. Seumpama menunggu adalah keharusan bagiku, aku bisa setuju asalkan kamu ikut menantiku, menunggu.

Harapan hanyalah skema kehidupan yang membuatku selalu bersemangat untuk mewujudkannya. Selebihnya adalah usaha katamu, dan aku selalu menambahkan doa supaya lebih di ridhoi alam semesta.

Kamu adalah orang yang terlalu banyak logika, sedangkan aku sedikit-sedikit curhat pada yang Maha Kuasa, itulah perbedaan kita, tapi tak apa selagi kamu masih percaya dan bisa berubah lebih bertakwa hahaha.

Semua yang dikatakan orang tua adalah benar, jika itu benar, kalau kadang kita agak ragu kebenarannya anggap saja itu benar tanpa harus berdebat. Aku percaya doa Ibuku, aku sangat yakin kekuatannya, lebih hebat daripada doaku, mungkin karena beliau lebih tua, atau juga karena lebih disayang Allah, aku tak tahu, yang terpenting aku minta doa pada Ibuku yang sedang di tanah suci, supaya penantian segera berganti dengan kedatangan.

Cerita tentang waktu sungguh sangat membuatku sibuk hingga aku lupa segala aktivitasku, beberapa bulan aku hanya menunggu sang waktu tanpa melakukan hal-hal yang bermakna, aku terlalu asyik menunggu hingga kehilangan banyak waktu yang harusnya bisa kulalui dengan kesibukan, bukan kekosongan.

Pernah berkata seorang teman kalau segalanya harus dinikmati, masa ini adalah masaku dan masamu untuk semakin mengerti, kita diminta siap untuk amanah besar, kita diminta belajar untuk mendidik, menyayangi dan mengimami makhluk baru di muka bumi. Pekerjaan yang berat, makanya kita disuruh bersiap-siap. Aku berfikir sepertinya Allah berfikiran seperti itu pada kami.

Dalam benakku hanya bergumam jika kami sudah siap mendapat amanah itu maka waktu akan datang tepat di hadapan kami, di pelupuk mata kami, hingga buram dan air mata tumpah saking senangnya. Selalu aku pikirkan, aku tidak mau membuat dia kecewa karena aku Ibunya, makanya aku akan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Segera datang ya K…

Continue Reading

Cerita Tentang Waktu

Sebelumnya aku ga pernah tahu dari mana asal mula pemikiran ini, aku hanya terus berpikir dan berpikir seolah hanya aku yang ada di dunia ini yang membutuhkan pikiran dan seolah hanya aku saja yang bisa berpikir. Tentang waktu, yang katanya akan bisa membuktikan segalanya, tentang waktu yang katanya akan bisa menyembuhkan dan tentang waktu yang katanya akan bisa membawa kita pada kerelatifan.

Aku sudah hampir satu tahun lamanya menikah dan menyandang gelar baru kebangsawanan di tengah masyarakat jomblo sepantaranku dengan sebutan istri.

Sangat menyenangkan menjadi istri, apalagi jika suamiku adalah suamiku yang sekarang ini. Aku sangat bersyukur Allah sangat baik padaku dimana aku diberikan sesosok suami yang sangat mencintaiku dan kucintai

Bagaimana tidak, diantara bayaknya kemalangan hidup yang sudah aku lalui selama ini, tiba-tiba eh tidak tiba-tiba juga seharusnya, karena kami sudah kenal sejak lama, akhirnya dia melamarku dan menikahiku dalam jeda yang singkat. Tahun 2017 adalah tahunku, aku bahagia disepanjang hari di tahun itu.

Pernikahan ini adalah bentuk lembar angan-anganku yang mulai menjadi realita, walaupun tidak sama persis tapi ternyata menikah membuatku percaya bahwa memang kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, dengan punya pasangan segalanya lebih mudah dan indah, tidak selamanya tapi seringnya.

Aku melihat sosok baru di kehidupanku, di belakangnya lalu turut satu persatu memasuki beranda hidupku dan mulai duduk-duduk di situ. Aku senang menjadi bagian dari kehidupan orang lain, aku senang keluarga suamiku menerimaku dengan baik.

Sosok baru yang selalu aku bangunkan pagi hari dan mengimamiku hampir disetiap waktu solat jika dia sedang tidak di kantor atau di masjid, sosok baru yang menjadikanku mau tidak mau untuk memasak dan menyajikan makanan yang sehat. Sosok baru itu sangat mengubah kehidupanku

Kadang aku merasa terlalu dimanja hingga aku minta padanya hal-hal yang tidak terlalu penting tapi kadang diturutinya juga. Aku merasa diperlakukan seperti anak kecil dan kadang dia pun seperti itu. Kami berdua seperti belum dewasa, tapi aku tau dia sangat bertanggungjawab terhadapku.

Suamiku adalah orang lain yang mau mengurusiku, orang yang tidak ada hubungan dengan keluargaku tapi mau jadi kepala keluarga, makasih ya ! sebenarnya jika ada ucapan yang terbaik selain ucapan cinta pada suamiku tak lain adalah ucapan terimakasih untuk ini itu yang tak terhitung lagi.

Dan yang kupikirkan akhir-akhir ini adalah sang waktu yang kehadirannya setiap saat tapi katanya belum tepat, entahlah kenapa belum tepat, apakah sang waktu tidak belajar? Jika ada tidak nya sesuatu ditentukan oleh waktu maka aku akan menjadi orang yang selalu menunggu.

___bersambung___

Continue Reading

Akhirnya Ketemu Zozo, Teman Facebook Asal Pakistan

Haloo, selamat tahun baru 2018 yaa, sedih banget bulan Januari kemaren aku ga apdet blog ini padahal buuanyak banget yang pengen diceritain huhuhuu dan sekarang aku tambah sedih karena tiga hari ini hapeku mogok makan, alias ga mau di-charge aaaaaakkkk :( yaudah deh daripada bersedih hati bermuram durja mari kita sambut weekend ini dengan ceritaku yang kemaren bertemu Zozo 😀

Jadi awal mula cerita adalah sekitar 5 tahun lalu aku temenan facebook sama Zozo, Zozo ini bukan nama sebenarnya yaah gaes, nama aslinya adalah Abdul Basit. Ceritanya waktu itu, aku lagi semester 7 dan ada salah satu  mata kuliah yang mengharuskan aku untuk meng-install Opnet, semacam simulator jaringan gitu dan sialnya pas nginstall dan jalanin Opnet itu banyak banget error dan bug-nya. Temen-temen aku pada gatau deh pada bingung juga karena error-nya cuma kejadian di leptopku doang. Karena bingung dan ga tau gimana akhirnya aku gabung sama beberapa group di facebook yang bahas tema Opnet itu dan karena di salah satu group itu aku amatin ada orang yang aktif banget jawabin setiap pertanyaan, aku add deh orang itu, dan itulah awal perkenalanku dengan Zozo aka Zombie aka Abdul Basit hahahaha oiya aku nemu satu tulisan di blog lamaku yang berisi curhatan abis kenal Zozo, kalo mau ngecek di sini yee, tapi maap tulisannya alay-alay labil gitu wkwkwk

WhatsApp Image 2018-02-09 at 00.47.38
*meet up dengan Zozo di Dimsum Inc
Continue Reading

Cerita Liburan di Taman Safari Indonesia

Haaaaii selamat malam semuanyaah, gimana kabar kalian? Alhamdulillah aku dan suami sehat dan tambah gendut wkwkwk *gak nanya sih 😐  Okee sekarang aku mau cerita tentang liburanku kemarin, ke Taman Safari Indonesia 😀

Jadi, kemarin aku diajak liburan sama suami bareng temen-temen kantornya. Sebenernya ga diajak juga sih, tapi sebagai anggota ikatan KSPISI (Kemana Suami Pergi Istri Selalu Ikut), aku merasa perlu menjalankan asas melibatkan diri pada kegiatan suami yang bertujuan positif ini. Hingga akhirnya aku ikut dengan biaya tambahan hihihii. Liburan suami sama temen se-team kantornya ini baru pertama kali diadain, biasanya outing itu satu kantor, ini satu team emang inisiatif untuk liburan sendiri sebagai ganti jatah entertain kantor yang biasanya diisi dengan kegiatan makan-makan yang beresiko meningkatkan berat badan (dan si istri kaga bisa ikutan). Dari beberapa opsi liburan akhirnya mereka setuju untuk ke Taman Safari Indonesia di Puncak Cisarua Bogor, yang Alhamdulillah-nya aku belum pernah kesana hahhaha.

WhatsApp Image 2017-12-10 at 19.41.56
*[TEASER] Liburan bersama suami dan team kantornya di Taman Safari Indonesia :D

Jam 4 pagi kami udah bangun dan 4.15 sampe 4.45 kami siap-siap mandi dsb. Rencana awal kami akan berangkat pukul 05.00. Mereka rata-rata tepat waktu sih, bahkan ada yang nginep kantor karena rumah mereka di Bekasi dan ga yakin bisa nyampe kantor jam 5. Aku dan suami sampe kantor jam 5.05 dan udah banyak yang dateng, aku kenalan sama beberapa temen suami yang dari wajahnya udah ga asing karena sering liat mereka di grup telegramnya suami kalo aku lagi kepo. Beberapa dari mereka juga waktu nikahanku dengan suami dateng ke Boja hihihi. Sampe jam 05.15 semuanya udah kumpul di kantor, kecuali Mba Patricia panggilanya Pet wkwk, ternyata dia ketiduran atau masih tidur gitu pas ditelpon, cuma tinggal dia seorang diri aja karena personel lain sudah lengkap. Mba Pet minta maaf lewat telpon karena dia kesiangan (padahal itu masih pagi :v), salutnya satu team ga ada yang marah sama Mba Pet, mereka ini suportif banget, ga nge-judge, ga nyalahin, pokoknya enak banget dah orang-orangnya. Mereka cuma bilang udaah gapapa ayo siap-siap, sekarang lo dimana? kita sekalian jalan sekalian jemput elo, *ini yang bilang ‘lo-gue’ mereka ya, bukan gue eh aku maksudnya.

Continue Reading

Cerita Liburan di Yogyakarta

Haaaii bagi temen-temen yang follow aku di instagram atau ikuti whats app story-ku pasti udah tau bahkan enek kali ya kalau aku itu pamer terus di kedua socmed alay itu bahwasanya akoh lagi liburan di Jogjaaaa

Haha alay yo ben

Hello guys inilah kisahku dolan di Jojga breng keluarga tercintah :3

-_______________-

Tulisan di atas itu dibajak sama suamiku ya teman-teman, jadi harap maklum wkwkwk. Tapi bener sih beberapa hari yang lalu aku emang spam di IG story dan WA story dikarenakan hasrat yang tinggi untuk membagikan momen kepada followers-ku yang tidak seberapa hahaha. Cara baru menikmati momen di jaman now adalah dengan membagikannya di social media, bagi yang setuju pasti ngangguk-ngangguk, bagi yang nggak setuju paling yaaa hmm males baca lanjutan cerita ini, eh jangan males dulu, karena aku gak bakal bahas soal bagi-membagikan momen di social media tapi aku mau cerita tentang liburanku di Jogja wekeend kemaren yeeaaayy 😀

Jadi awal mula tercetus ide liburan ke Jogja adalah beberapa minggu setelah aku pindah ke Jakarta, terasa sumpek, bosen, kangen keluarga dan pengen liburan. Terutama kalo lihat suami pulang kerja dan nampak murung, lelah, lemas, lesu seperti tanda-tanda programmer yang belum solved bugs-nya wakakkaka. So, aku bilang ke Pak Bos kalo pengen liburan euy, trus aku bilang juga ajak keluarga aja biar rame, suami ya cuma bilang ‘yaudah tapi kamu yang urus ya’ (seperti biasa soal ginian emang aku paling demen dah). Akhirnya beberapa kali konsul ke keluarga soal tanggal yang pas buat ke Jogja, dapet deh tanggal 24-26 November 2017. Trus aku mulai cari-cari penginapan yang cocok sesuai budget dan fasilitas.

23844534_354625178282647_8687336146091695004_n
*[TEASER] Liburan keluarga di Jogja :D

Continue Reading

Belajar Dewasa dari Membaca Novel

Hai hai hai, aku udah balik  lagi  ke Jakarta nih setelah seminggu lebih pulang kampung ke Semarang (baca: Boja). Pulang kampung pasti membawa efek trauma kecil pada psikis setiap manusia, manusia dewasa. Karena yang kutahu anak kecil belum mengerti betapa beratnya meninggalkan kampung halaman, atau dalam kasus bagi mereka kampung halaman mereka adalah tanah perantauan bagi orang tuanya. Entahlah, fakta itu aku temukan di kereta api Menoreh yang membawaku 3 hari yang lalu dari Semarang. Sepertinya namanya Aldo, dan teman video call di seberang sana bernama Alif. Mereka mungkin anak-anak seumuran dengan anak kelas 4-5 SD. Sedari aku perhatikan sejak stasiun Pekalongan mereka asik mengobrol melalui video call, membahas rencana main mereka setibanya Aldo di rumah pukul 5 sore hari itu. Sedangkan kulihat Ibu setengah baya yang duduk disampingnya tidak segembira Aldo. Apakah Ibu itu orang tua yang berbeda konsep kampung halaman dengan anaknya? Nggak tau juga. Apakah yang Ibu itu rasakan sama dengan yang aku rasakan? Nggak tau juga.

Rasanya munafik kalo aku bilang tidak menyukai Jakarta sedangkan suamiku bekerja di kota ini dan memberiku jalan rezeki dari perusahaan yang menambatkan eksistensinya di Ibukota. Maka aku akan berusaha berdamai denganmu Jakarta ! Semoga dengan pimpinan baru, Jakarta bisa menambahkan list apa-yang-aku-sukai-dari-Jakarta selain Suami dan koneksi internet yang stable and sustainable.

Sampai di kalimat ini mungkin kalian belum menemukan relevansi cerita ini dengan judul di atas. Akupun nggak tau ini kenapa bisa bahas sampai sini, tapi ini yang aku suka dari menulis blog  pribadi, aku bisa menuliskan apapun yang aku mau, dan memberi judul sesuai keinginanku.

Continue Reading

Note from Indonesia Ruby Conference 2017 Jakarta

Hello everyone! How are you? I hope you are healthy and happy as always. I didn’t feel well for these 3 weeks because maybe I’m tired or I missed my mom hahaha. But I think it began since 3rd October, when I drank my husband’s coke … and BAAM!!! I got sick. At the first time I just have ‘sariawan’ in my tongue, then I got inflammation on my throat, then I feel so dizzy and cough. Already visited 2 doctors, still not full recovery, but now I’m on normal activity. So, wish me get well soon yaa :)

Okay, I will not tell you about sickness because I have more interesting story on Ruby Conference 2017 Jakarta. This was my second time I attended a conference, before that in July I also came for Geekcamp Conference in Jakarta too. Ruby Conference is 2 day event, 6th-7th October 2017 in Gojek Headquarter, Pasaraya Blok M, South Jakarta. This event was held by id_ruby community Jakarta and supported by some companies who use Ruby as well, like Gojek, Bukalapak, Midtrans, Cookpad etc. I don’t know how to get the ticket, my husband prepare all for me, so I just came and enjoy. My husband also one of committee on this event btw, but it’s not important hahaa.

WhatsApp Image 2017-10-19 at 21.08.32
*[TRAILER] speakers and participants of Ruby Conference 2017 Jakarta, spot me where I am ? :p

My husband and I went early morning on Friday 6th October to Pasaraya Blok M from our boarding house by motorcycle. We arrived at registration venue around 8.30 am, but the registration still closed. So, I took a few walk around while waiting for registration to be opened, since my husband perform his duties to prepare registration of participants.

Continue Reading

Cerita di Jakarta

Kenapa aku harus tidur sebelum suamiku tidur? Karena aku bakalan susah tidur kalau dia udah tidur, suara dengkurannya ga berenti-berenti, itulah kenapa sampe sekarang aku masih nulis postingan di blog ini wkwkwk. Kalau ada yang nanyain gimana kabarku sekarang? Alhamdulillah baik, suamiku juga alhamdulillah sehat wal afiat. Kalau ada yang nanyain kegiatanku saat ini, ini aku lagi nulis blog hehehe *garing ya sumpah. Saat ini aku lagi menetap di Jakarta, kegiatanku saat ini lebih banyak ngurus suami dan belajar ruby dan rails. Hmm okeoke kayaknya banyak yang pengen tau ceritaku selama di Jakarta ya, *pede aja. Yaudah aku ceritain dehh..

Here We Go !!! Jakarta, kota yang dulu sering aku kunjungi sebagai tempat tes atau wawancara kerja, tempat yang sering aku jadikan destinasi di tiket kereta, tempat yang menyimpan beribu asa menggebu seorang sarjana yang ingin sukses di dunia kerja. Kini Jakarta sudah ada di dekapan dan aku menjadi salah satu makhluk hidup yang turut serta menjadi saksi ke-hiruk-pikuk-an Jakarta. Kesannya aku pengen banget ya tinggal di Jakarta, padahal engga juga sih, malah sebenernya pengen balik ke Semarang 😐 . Yaaaap udah dua minggu aku menetap di Jakarta, tepatnya di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tak lain dan tak bukan aku harus menemani suamiku yang sudah meningkat level ke-setress-an nya  dalam hal kerja, dan butuh pendamping yang sekedar bikinin teh pas dia pulang kerja atau ngajak boros dengan makan diluar seminggu berturut-turut hahaha.

Alasan lain aku akhirnya mau diajak tinggal di Jakarta adalah ingin mandiri. Tsaaaah, gaya banget yak. Karena sejak aku lahir sampe setelah nikah 4 bulan aku masih bergantung terus dengan Ibuku, khususnya urusan makan. Sekarang aku harus belajar masak dan berani menghadapi cipratan minyak-minyak panas demi menyiapkan bekal suami ahihihii. Untungnya suamiku dalam fase pengen diet yang sebenernya ga terlalu niat banget sih dietnya, kadang makannya bener kadang engga, jadi kalo aku siapin makanan khususnya sayur ya cuma aku rebus tanpa bumbu apapun.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 17.11.51
*hasil masakanku untuk bekal suami, enak lhooo
Continue Reading

Cerita Liburan di Kuta

Haloo haloo, gak kerasa aku udah seminggu tinggal di Jakarta lhoo. Satu kata, eh dua kata untuk Jakarta : ‘panas banget’. Tapi kali ini aku ga mau nyeritain tentang Jakarta dulu, aku mau throwback masa-masa indah ketika di Bali hahaha. Yep, ngelanjutin Cerita di Ubud, kali ini aku mau nyeritain pengalaman aku dan suami liburan di Kuta 😀

Kuta ini common banget buat wisatawan domestik, beda dengan Ubud yang kebanyakan pengunjungnya bule-bule. Kami stay di Kuta selama 3 malam, kayaknya lama ya tapi kerasanya bentar banget dah. Setelah kami checkout dari hotel di Ubud dan menempuh perjalanan 1,5 jam ke Kuta, akhirnya kami tiba di hotel Bliss Surfer. Aku udah pernah nginep di hotel ini pas acara KKL bareng Elektro 2010, trus aku bilang ke suami kalo nginep di hotel ini tuh enak, soalnya lumayan deket sama pantai Kuta dan Legian, fasilitasnya juga bagus dan anak muda banget pokoknya. Kalo kalian suka surfer-surfer gitu hotel ini cocok banget deh, soalnya emang temanya surfing gitu. Oh iya hotel ini juga pernah masuk jalan-jalan men lhoo, tempat nginepnya Jebraw sama Nayya. Lah malah ngiklan saya 😀

*penampakan hotel Bliss Surfer dari luar, bagian dalem lg berantakan soalnya wkwkw
Continue Reading